Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-07 07:52:10【Resep】685 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(7)
Sebelumnya: Tips aman dan nyaman menonton konser
Selanjutnya: Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia
Artikel Terkait
- Unsri lakukan diseminasi teknologi pengemasan produk olahan ikan
- Efektifnya akupresur untuk tingkatkan produksi ASI
- Makan Bergizi Gratis dan ujian kepercayaan publik
- Kemensetneg himpun masukan terkait pelaksanaan MBG di Manokwari
- Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III
- Bantuan kemanusiaan pertama Turki usai gencatan senjata tiba di Gaza
- BSI: Pembiayaan yang disalurkan ke UMKM sudah capai Rp52,01 triliun
- 8 fakta minum kopi hitam bermanfaat untuk kesehatan hati
- Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat
- Kemendikdasmen raih penghargaan Mitra KCKR Terbaik 2024
Resep Populer
Rekomendasi

Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot

PBB alokasikan dana tambahan untuk dukung operasi kemanusiaan di Gaza

Pemerintah siapkan rapid test dan chef profesional kawal kualitas MBG

Bangka Tengah bagikan menu MBG bagi 2.717 pelajar

SPPG Regional Kota Bengkulu: 68.950 siswa rasakan manfaat MBG

Pemkab Jayapura: Program MBG harus menjangkau semua masyarakat

Bea Cukai perketat pengawasan cegah masuknya durian ilegal Malaysia

Kondisi cuaca di Jakarta masih normal